Jumat, 01 Maret 2019

Baru Tiba Di Bandung Sudah Ngentot


Kisah Wanita, Cerita Hot Online, Cerita Sex Bokep Tante Sendiri ini berjudul ” Baru Tiba Di Bandung Sudah Ngentot ” Cerita Dewasa,Cerita Hot,Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks,Kisah Mesum,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019.


Cerita Sexs – Pagi ini aku sedang merapikan pakaianku guna dimasukkan ke dalam koper. Ayahku menyimak dengan wajah sedih sebab aku satu-satunya anak lelakinya mesti pergi demi meraih masa depanku. Aku akan bermukim di Bandung bareng Tante dan Oomku.

“Papa harap kamu dapat menjaga diri dan melakukan baik, menurut keterangan dari pada Oom Benny dan TanteLenny..” kata papaku.
Aku melulu diam menoleh menatap papaku yang nampak kurang energik karena kepergianku, kemudian kupeluk papaku.
“Saya tidak akan membuat kecewa Papa..” kataku sambil mengarah ke ke pintu.

Aku naik angkot mengarah ke ke terminal bus. Ketika telah di atas bus, aku menginginkan apa yang bakal terjadi selanjutnya sambil bercita-cita semoga cita-citaku bisa tercapai. Sesampainya di terminal, aku melanjutkan dengan naik angkot mengarah ke perumahan mewah di wilayah Darmo.
“Apa ini rumahnya..?” kataku dalam hati.
Nomornya sih bener. Maklum aku belum pernah ke rumahnya.
“Gila.., ini lokasi tinggal apa istana..?” gumamku bicara pada diriku sendiri.

Aku segera mengurangi bel yang terdapat pada pintu gerbang. Beberapa saat lantas pintu gerbang dibuka. Seorang satpam berbadan gemuk mengamatiku, kemudian menegurku.
“Cari siapa ya..?” tanyanya.
“Apa betul ini lokasi tinggal Oom Benny..?” tanyaku balik.
“Ya betul.. sampean siapa?” tanyanya lagi.
“Saya keponakan Oom Benny dari Jember.”
“Kenapa nggak bilang dari tadi, Sampean tentu Den Welly, kan..? Tuan sedang terbit kota, namun Nyonya terdapat lagi nungguin.”

Sekejap aku telah berada di ruangan dalam lokasi tinggal mewah yang dipenuhi perabotan yang serba lux. Tak lama lantas seorang perempuan cantik berkulit putih bersih dan bertubuh seksi hadir dari ruang dalam. Kalau kutebak usianya selama 35 tahunan, namun bagikan seorang gadis yang masih perawan.
Dia tersenyum begitu melihatku, “Kok terlambat Well..? Tante pikir anda nggak jadi datang..” ucap perempuan seksi tersebut sambil terus memandangiku.
“Iya Tante.. maaf..” jawabku pendek.
“Ya sudah.., anda datang saja Tante paling senang.. Pak Bowo.., antarkan Welly ke kamarnya..!” perintah Tante Lenny pada Bowo.

Lalu aku mengekor Pak Bowo mengarah ke sebuah kamar yang terdapat di unsur bawah tangga. Aku lumayan senang menduduki kamar itu, sebab aku langsung tertidur sampai senja hari. Ketika bangun aku segera mandi, kemudian berganti pakaian. Setelah tersebut aku terbit kamar berkeinginan jalan-jalan di halamanbelakang yang luas. Ketika sedang asik menghayal, tiba-tiba suara lembut dan manja menegurku. Aku agak kaget dan menoleh ke belakang. Ternyata tanteku yang sore tersebut mengenakan kimono dengan cerutu di tangannya, rupanya ia baru bangun tidur.

“Oh Tante..” sapaku kikuk.
Tante tersenyum, dan pandangan yang badung tertuju pada dadaku yang bidang dan berbulu lebat. Badanku memang lumayan atletis sebab sering berenang, fitness, dan aku memang mempunyaiwajah yang cukup ganteng.
“Kamu telah mandi ya, Wel..? Tampan sekali kamu..” kata tanteku memuji.
Aku kaget bukan main saat ia mendekatiku, tangannya langsung mengelu-elus penisku, pasti saja aku jadi salah tingkah.


“Saya inginkan ke kamar dulu Tante..” kataku takut bila nanti disaksikan Oom Benny.
“Tunggu sebentar Wel, Tante hendak minta bantu mijitin kaki Tante.., soalnya keseleo masa-masa turun tadi..” kata Tante Lenny seraya merengek.
Lalu dia duduk seenaknya, sampai kimono yang tidak dikancing seluruhnya tersingkap, dan unsur dalam tante tampak olehku. Gila.., ternyata ia tidak menggunakan CD, sempat pun kulihat bulu-bulu tipis di dekat kemaluannya seperti berakhir dicukur.

Aku menyangga nafas dan mengupayakan mengalihkan pandangan, namun Tante Lenny yang tahu urusan tersebut malah unik lenganku dan mengusung kaki kanannya mengindikasikan bagian yang sakit. Aku terpaksa menyaksikan betis dan paha tante yang mulus dan padat itu.
“Tolong diurut ya Wel.., namun pelan-pelan aja ya..” ucapnya lembut.
Terpaksa aku memijit betis tanteku, meskipun hatiku khawatir dan bingung. Apalagi saat aku menculik pandang menyaksikan paha dan selangkanganya, sampai-sampai nampak sekilas unsur yang berwarna merah muda itu. Tanteku melirik ke arahku seraya tersenyum genit, aku semakin bingung dan malu.

Itu pengalamanku di hari kesatu di lokasi tinggal Oom Benny. Sudah tiga Hari Oom Benny belum kembali juga, sebenarnya aku hendak bertemu dengannya, sementara tiap malam aku diminta oleh tante guna menemaninya ngobrol, bahkan tidak jarang diajak menemani menyaksikan VCD porno. Benar-benar gila.Hingga pada sebuah malam tanteku mengerang kesakitan. Waktu tersebut tante sedang nonton TV sendirian.

Tiba-tiba wanita tersebut memekik, “Achh.., aduh.., bantu Wel..!” keluhnya seraya memegangi keningnya.
“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget dan khawatir.
“Kepala Tante agak pusing.., aduh.. bantu bawa Tante ke kamar Wel..!” keluh tante sambilmemegangi kepalanya.
Aku jadi keadaan bingung dan serba salah.
“Saya panggil Pak Bowo dulu ya Tante..?” usulku sambil hendak pergi.
Tapi dengan cepat tanteku melarangnya, “Nggak usah, lagi pula Pak Bowo Tante suruh ke Pasuruan ngawal barang.”


Aku jadi meningkat bingung. Terpaksa kutuntun tanteku guna naik ke ruang atas. Tante merebahkan kepalanya pada pelukanku, aku jadi gemeteran seraya terus menaiki tangga.Sesampainya di dalam kamar, tante merebahkan tubuhnya yang seksi tersebut dengan telentang. Aku unik napas lega dan bermaksud meninggalkan kamar. Baru saja kubalikkan tubuh, suara lembut tersebut melarangku.
“Kamu inginkan kemana..? Jangan tinggalkan Tante.., bantu pijitin Tante.. Wel..!”
Mendengar tersebut seluruh tubuhku jadi terkenang pesan papa supaya menuruti ucapan Oom dan Tanteku.

Perlahan kubalikkan badan, ternyata tanteku sudah melepas kimononya. Dan kini melulu tinggal CD saja. Tubuhnya yang masih padat menciptakan nafsuku naik, payudara yang masih montok dan menantang tersebut membuat penisku mulai tegang, sebab aku belum pernah menyaksikan keindahan tubuh perempuan dalam suasana telanjang laksana ini, lagipula tanteku menggeliat perlahan. Desahan bibirnya yang tipis mengundang nafsu dan birahiku, dan penisku semakin dibuatnya tegang. Kuberanikan diri melangkah mengarah ke ranjang.


Begitu sampai, tanteku yang pura-pura pusing tersebut tiba-tiba bangkit, kemudian memelukku dan menghirup bibirku dengan sarat nafsu. Wanita yang hipersex tersebut dengan cepat melucuti semua pakaianku.
“Jangan Tante.., jangan, saya takut..” pintaku seraya mau menggunakan pakaianku kembali.
“Kalo anda menolak, Tante bakal teriak dan menuliskan pada seluruh orang bahwa anda mau memperkosa Tante..” ancam tanteku.
Aku melulu terdiam dan pasrah. Wanita tersebut kembali mencumbuku, diciuminya dan dijilatinya tubuhku. Begitu tangan halusnya mengenggam penisku, aku langsung menjawab ciumannya dan mulai menjilati payudaranya, kemudian kukulum putingnya yang berwarna merah agak kecoklatan itu. Tanteku mendesah perlahan.

Selanjutnya kami memainkan posisi 69, sampai-sampai penisku dihisap dan dikemutnya. Nikmat sekali, kurenggangkan kedua pahanya seraya kujilat-jilat kemaluannya yang mulai basah itu.
“Ahh.., aahh.., mari terus jilat Wel..! Jangan berhenti..!” erang tanteku keenakan.
Rupanya tanteku menerbitkan cairan dari dalam liang kewanitaannya. Cairan tersebut memuncrat di wajahku, kemudian kuhisap dan kutelan semua. Aku semakin terangsang, kujilati lagi kali ini lebih dalam, bahkan hingga ke duburnya. Kemudian kami berganti posisi, kali ini aku berdiri dan tante jongkok seraya mengulum penisku yang sudah paling tegang.

Ternyata tanteku pandai sekali menjilat penis, tidak hingga lima menit aku telah keluar.
“Ahh.., mari Tante.., terus jilat sayang.., acchh..!” desahku seraya kudorong terbit masuk di mulutnya penisku yang besar ini.
“Tante mau terbit nih.., achh.. yeahh..!” erangku seraya kumuncratkan maniku di mulutnya.
Tante menelan seluruh maniku, bahkan masih mengocoknya bercita-cita masih terdapat sisanya.

Setelah sejumlah saat penisku mulai bangun kembali. Setelah tegang dibimbingnya penisku masuk ke liang kewanitaannya. Kali ini aku di atas dan tante di bawah. Agak sulit sih, barangkali sudah lama tidak service oleh Oom Benny. Setelah kepalanya masuk, kudorong perlahan sampai masuk semuanya ke dalam.
“Ayo Wel..! Gerakin dong Sayang..!” pinta tanteku seraya menggerakkan pantatnya ke atas dan ke bawah sebab ia kini berada di bawah.
Akhirnya kudorong terbit masuk penisku dengan gerakan yang cepat, sampai-sampai semakin keras erangan tanteku.


Beberapa saat lantas aku sudah hendak keluar, “Aahh..! Tante.., Welly udah inginkan keluar.., ahh..!” kataku.
“Sabar Sayang.., Tante sebentar lagi nih..! Yeahh.. ohh.. ahh.., fuck me Wel..! Kita barengan ya Sayang..? Oh.. yeah..!”
Rupanya tanteku juga nyaris orgasme. Rasanya laksana ada yang memijat-mijat penisku dan kakinya dilingkarkan ke pantatku. Tante bergetar hebat dan memelukku seraya kemaluannya menerbitkan cairan yang memancar penisku. Tidak lama aku pun mengeluarkan air mani dan spermaku di dalam vaginanya. Terasa begitu nikmatnya dunia ini. Akhirnya kami berdua terkapar lemas.

“Hebat bener anda Wel.., Tante nggak nyangka baru kali ini Tante merasakan kesenangan yang luar biasa..!” tuturnya dengan nafas terengah-engah.
Aku diam tak menjawab, namun dalam hati aku merasa bersalah telah bersangkutan dengan tanteku dan fobia ketahuan Oom Benny. Tante turun dari ranjang tanpa busana, kemudian dia mengobarkan sebatang rokok.

“Bagaimana bila Oom Benny hingga tahu, Tante..? Saya takut.., saya merasa berdosa..” kataku lemah.
Tapi tanteku justeru tersenyum dan memelukku dengan mesra.
“Asal anda tidak memberitahu orang lain, tindakan kita aman. Lagi pula Oommu tersebut udah nggak dapat melakukan hubungan badan semenjak lama. Dia tersebut impotent, Wel..!” tutur perempuan tanpa busana yang penuh pesona itu.
“Jadi seluruh ini Tante lakukan sebab Oom Benny tidak dapat menggauli Tante lagi, ya..?” tanyaku.
“Ya. Bukan sekali ini saja Tante mengerjakan hal laksana ini.., sebelum sama kamu, Tante pernah melakukannya dengan sejumlah teman bisnis Oommu. Terus cerah Tante nggak tahan bila seminggu tidak disentuh atau dipeluk laki-laki..” tutur Tante.

Aku jadi geleng kepala mendengar keterangan tanteku. Lalu aku bergerak inginkan pergi, namun dengan cepat tante menahanku dan mengusap-usap dadaku yang berbulu.
“Well.., anda harus bersihkan badanmu dulu.., mandilah agar segar..!” ucapnya lembut.
Aku tak menjawab melulu menarik nafas panjang, kemudian melangkah ke kamar mandi. Tubuhku terasa letih tetapi puas juga.

Begitulah empiris di Bandung yang kualami 6 tahun yang lalu. Dan sampai ketika ini aku telah memiliki istri dan seorang anak.

TAMAT



Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri